DATA
Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum,
berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan seharihari
data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah
hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka,
kata-kata, atau citra.
Berdasarkan keilmuan atau sudut pandang ilmiah, maka fakta dikumpulkan untuk
menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat
sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini
dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan
yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang
bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi
makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari
apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
1. Jenis-Jenis Data
Data dapat dibagi menjadi berdasarkan:
a. Cara memperolehnya, maka data dapat dibagi menjadi: data primer adalah data yang
diambil secara langsung dari obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun
organisasi. misalnya: mewawancarai langsung pengunjung ApotikMalifah Farma untuk
meneliti kepuasan konsumen dan data sekunder data yang didapat tidak secara
langsung dari objek penelitian. Dalam hal ini peneliti mendapatkan data yang sudah
jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara
komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan
data statistik hasil penelitian dari mahasiswa diploma tiga, strata satu, strata dua dan
strata tiga minat farmasi, laporan hasil penelitian pakar dan lain-lain.
b. Sumber data. Data ini terdiri atas: data internal yaitu data yang menggambarkan
situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal, misalnya seorang mahasiswa
Diploma Tiga Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar ingin mengumpulkan data tentang
berat badan mahasiswa Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar dan data eksternal adalah
data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi tersebut,
misalnya mahasiswa Diploma Tiga Farmasi Poltekkes Makassar ingin mengumpulkan
data tentang kepuasan mahasiswa di Diploma Tiga Akademi Farmasi Sandi Karsa
Makassar.
c. Jenis data : data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka,
misalnya tinggi badan mahasiswa Diploma Tiga Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar
dan data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang
mengandung makna atau dengan kata lain adalah bukan dalam bentuk angka,
misalnya warna, suku, bangsa, bahasa, agama, rasa dan lain sebagainya.
d. Sifat data : data diskrit adalah data didapatkan dari hasil menghitung yang hasil
akhirnya adalah bilangan bulat, misalnya jumlah mahasiswa, jumlah balita, jumlah
kuman dan data kontinu adalah data yang didapatkan dari hasil mengukur dan akhir
data menghasilkan bilangan bulat dan atau desimal, misalnya berat badan si A adalah
38,0 Kg dan berat badan si B adalah 39,65 Kg. Berat badan si A menghasilkan bilangan
bulat dan berat badan si B menghasilkan bilangan desimal (pecahan).
e. Waktu pengumpulannya : data crosssection(at a point of time) adalah data yang
menunjukkan titik waktu tertentu, misalnya laporan keuangan Apotik Sana Farma Makassar per 31 Desember 2014dan data berkala (timeseries) adalah data yang
nilainya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode tertentu secara
historis,misalnya data timeseries adalah data perkembangan harga obat generik
dengan obat paten dari tahun 2010 sampai 2014.
2. Skala Pengukuran Data
Berdasarkan skala pengukurannya, data dibedakan menjadi data skala rasio (skala
nisbah), interval ( skala selang), ordinal (skala jenjang), dan skala nominal (skala kategorial).
Data skala rasio ciri-cirinya adalah nilainya bersifat absolut (mutlak) dan ciri-ciri yang
dipunyai skala interval, ordinal dan nominal juga dipunyai pada skala rasio serta dapat
dilakukan operasi matematika di dalamnya , /, , dan ^. Contoh data skala rasio
adalah berat badan dalam kilogram, tinggi badan dalam sentimeter dan sebagainya.
Berdasarkan tingkatannya data skala rasio paling tinggi, kemudian berturut-turut adalah
skala interval, ordinal dan yang paling rendah tingkatannya adalah data skala nominal.
Data skala interval mempunyai ciri jarak antara interval satu dengan lainnya adalah
sama dan nilainya tidak bersifat absolut. Ciri-ciri ordinal dan nominal juga ada pada data
skala interval serta dapat dilakukan operasi matematika , /, , dan ^. Contoh hasil
pengukuran terhadap 5 obyek menghasilkan angka 10, 8, 6, 4, dan 2. jadi selisih antara 10
dengan 8 adalah sama dengan selisih 8 dengan 6. Contoh lain adalah hasil pengukuran suhu
dengan skala celcius. Angka 00C berarti tidak menunjukkan suhunya tidak ada, misalnya
kalau diukur dengan skala Kelvin suhu tidak akan 0. Selisih antara 50C dengan 100C adalah
sama dengan selisih antara 100C dengan 150C.
Data skala ordinal, ordinal berasal dari kata ordo yang artinya tataan atau deret. Data
skala ordinal mempunyai arti tingkatan, deret atau jenjang, sifat nominalnya ada dan
nilainya tidak bersifat absolut. Contoh nilai mutu ujian terdiri atas 4, 3, 2, 1 dan 0. selisih
antara nilai mutu 4 dan 3 tidak sama dengan selisih nilai mutu 3 dan 2. Contoh lain hasil
kejuaraan tinju juara 1, 2, 3 dan 4. Selisih kemampuan antara juara 1 dengan 2 tidak sama
dengan selisih juara 2 dan 3. Data ini mempunyai ciri posisi data tidak setara dan tidak bisa
dilakukan operasi matematik di dalamnya , /, , dan ^.
Data skala nominal (kategorial), data tersebut dikategorikan misalnya jenis kelamin
terdiri atas laki-laki dan wanita. Tekanan darah dikategorikan menjadi normal dan tidak
normal. Cara pelayanan dibedakan menjadi luwes, sedang dan judes. Kategori suatu data
sering diberikan nama atau lambang misalnya jenis kelamin laki-laki (= 2) dan wanita ( = 1),
maka skala kategorial disebut pula sebagai skala nominal (berasal dari kata name =
nama).Data nominal mempunyai ciri posisi data setara dan tidak dapat dilakukan operasi
matematika , /, , dan ^.
Pembagian lain data dibedakan menjadi data diskrit dan data kontinu. Data diskrit
adalah data yang diperoleh dengan cara menghitung misalnya jumlah penduduk, jumlah
bidan, jumlah dokter dan lain-lain. Data diskrit tidak mungkin berbentuk pecahan.
Kebalikannya adalah data kontinu yaitu data yang diperoleh dengan cara mengukur misalnya
tekanan darah, kadar hemoglobin, berat badan dan sebagainya. Jadi data kontinu nilainya
bisa berbentuk pecahan ataupun bilangan bulat.
3. Penyajian Data
Ada dua cara penyajian data yang sering dilakukan, yaitu :
a. daftar atau tabel,
b. grafik atau diagram.
a. Penyajian Data dalamBentukTabel
Misalkan, hasil ujian akhir semester mata kuliah Bahasa Indonesia 37 mahasiswa
Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar disajikan dalam tabel di bawah. Penyajian data pada
Tabel 7.1 dinamakan penyajian data sederhana. Dari Tabel 7.1, Anda dapat menentukan
banyak mahasiswa yang mendapat nilai 9, yaitu sebanyak 7 orang. Berapa orang mahasiswa
yang mendapat nilai 5? Nilai berapakah yang paling banyak diperoleh mahasiswa?
Jika data hasil ujian akhir semester Mata Kuliah Bahasa Indonesia itu disajikan dengan
cara mengelompokkan data nilai mahasiswa, diperoleh tabel frekuensi berkelompok seperti
pada Tabel 7.1.
b. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram
Kerap kali data yang disajikan dalam bentuk tabel sulit untuk dipahami. Lain halnya jika
data tersebut disajikan dalam bentuk diagram maka Anda akan dapat lebih cepat memahami
data itu. Diagram adalah gambar yang menyajikan data secara visual yang biasanya berasal
dari tabel yang telah dibuat. Meskipun demikian, diagram masih memiliki kelemahan, yaitu
pada umumnya diagram tidak dapat memberikan gambaran yang lebih detail.
1) Diagram Batang
Diagram batang biasanya digunakan untuk menggambarkan data diskrit (data
cacahan). Diagram batang adalah bentuk penyajian data statistik dalam bentuk batang
yang dicatat dalam interval tertentu pada bidang cartesius.
Ada dua jenis diagram batang, yaitu
a) diagram batang vertikal, dan
b) diagram batang horizontal.
Contoh 7.1.1:
Selama 1 tahun, Apotik "Malifah Farma" mencatat keuntungan setiap bulan sebagai
berikut.
a) Buatlah diagram batang vertikal dari data tersebut.
b) Berapakah keuntungan terbesar yang diperoleh Apotik "Malifah Farma" selama 1
tahun?
c) Kapan Apotik "Malifah Farma" memperoleh keuntungan yang sama selama dua
bulan berturut-turut?
Penyelesaian :
a) Diagram batang vertikal dari data tersebut, tampak pada gambar berikut.
Gambar 7.1. Diagram batang vertikal Keuntungan Apotik "Malifah Farma" per
Bulan (dalam juta rupiah). Dari diagram tersebut tampak bahwa keuntungan terbesar yang diperoleh Apotik "Malifah Farma" selama 1 tahun adalah sebesar
Rp 6.200.000,00.
b) Apotik "Malifah Farma" memperoleh keuntungan yang sama selama dua bulan
beturut-turut pada bulan ke-11 dan ke-12.
2) Diagram Garis
Pernahkah Anda melihat grafik nilai tukar dolar terhadap rupiah atau pergerakan
saham di TV? Grafik yang seperti itu disebut diagram garis. Diagram garis biasanya
digunakan untuk menggambarkan data tentang keadaan yang berkesinambungan
(sekumpulan data kontinu). Misalnya, jumlah penduduk setiap tahun, perkembangan
berat badan bayi setiap bulan, dan suhu badan pasien setiap jam.
Seperti halnya diagram batang, diagram garis pun memerlukan sistem sumbu datar
(horizontal) dan sumbu tegak (vertikal) yang saling berpotongan tegak lurus. Sumbu
mendatar biasanya menyatakan jenis data, misalnya waktu dan berat. Adapun sumbu
tegaknya menyatakan frekuensi data. Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat
diagram garis adalah sebagai berikut.
a) Buatlah suatu koordinat (berbentuk bilangan) dengan sumbu mendatar
menunjukkan waktu dan sumbu tegak menunjukkan data pengamatan.
b) Gambarlah titik koordinat yang menunjukkan data pengamatan pada waktu t.
c) Secara berurutan sesuai dengan waktu, hubungkan titik-titik koordinat tersebut
dengan garis lurus.
Contoh7.1.2 :
Berikut ini adalah tabel berat badan seorang bayi yang dipantau sejak lahir sampai
berusia 9 bulan.
Usia (bulan) 3,5 4 5,2 6,4 6,8 7,5 7,5 8 8,8 8,6
Berat Badan (kg) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
a) Buatlah diagram garisnya.
b) Pada usia berapa bulan berat badannya menurun?
c) Pada usia berapa bulan berat badannya tetap?
Jawab:
a) Langkah ke-1
Buatlah sumbu mendatar yang menunjukkan usia anak (dalam bulan) dan sumbu
tegak yang menunjukkan berat badan anak (dalam kg).
Langkah ke-2
Gambarlah titik koordinat yang menunjukkan data pengamatan pada waktu t
bulan.
Langkah ke-3
Secara berurutan sesuai dengan waktu, hubungkan titik-titik koordinat tersebut
dengan garis lurus.
Dari ketiga langkah tersebut, diperoleh diagram garis dari data tersebut tampak
pada Gambar 7.2.
Gambar 7.2
Diagram garis berat badan bayi sejak usia 0 – 9 bulan
b) Dari diagram tersebut dapat dilihat bahwa berat badan bayi menurun pada usai
8 sampai 9 bulan.
c) Berat badan bayi tetap pada usia 5 sampai 6 bulan. Darimana Anda memperoleh
hasil ini? Jelaskan.
Observasi: Interpolasi dan Ekstrapolasi Data
Anda dapat melakukan observasi terhadap kecenderungan data yang disajikan pada
suatu diagram garis. Dari observasi ini, Anda dapat membuat perkiraan-perkiraan
dengan cara interpolasi dan ekstrapolasi. Hal ini ditempuh dengan mengganti garis
patah pada diagram garis menjadi garis lurus. Interpolasi data adalah menaksir data
atau memperkirakan data di antara dua keadaan (misalnya waktu) yang berurutan.
Misalkan, dari gambar grafik Contoh soal 2. dapat diperkirakan berat badan bayi pada
usia 5,5 bulan. Coba Anda amati grafik tersebut, kemudian tentukan berat badan bayi
pada usia 5,5 bulan.
Ekstrapolasi data adalah menaksir atau memperkirakan data untuk keadaan (waktu)
mendatang. Cara yang dapat dilakukan untuk ekstrapolasi adalah dengan
memperpanjang ruas garis terujung ke arah kanan. Misalkan, dari gambar grafik soal 2.
dapat diperkirakan berat badan bayi pada usia 10 bulan. Jika garis lurus sudah
ditentukan, Anda dapat menentukan interpolasi data. Untuk ekstrapolasi data, Anda
harus berhati-hati. Menurut diagram garis, berapa kira-kira berat badan bayi pada usia
10 bulan? Berikan alasan Anda.
3) Diagram Lingkaran
Untuk mengetahui perbandingan suatu data terhadap keseluruhan, suatu data lebih
tepat disajikan dalam bentuk diagram lingkaran. Diagram lingkaran adalah bentuk
penyajian data statistika dalam bentuk lingkaran yang dibagi menjadi beberapa juring
lingkaran.
Langkah-langkah untuk membuat diagram lingkaran adalah sebagai berikut.
a) Buatlah sebuah lingkaran pada kertas.
b) Bagilah lingkaran tersebut menjadi beberapa juring lingkaran untuk
menggambarkan kategori datanya yang telah diubah ke dalam derajat.
Agar lebih jelasnya, pelajarilah contoh berikut.
Contoh7.1.3 :
Tabel berikut menunjukkan banyaknya mahasiswa Jurusan Farmasi di Poltekkes
Makassar menurut tingkatan pada tahun 2014.
Tingkat Banyaknya
I
II
III
150
98
82
a. Buatlah diagram lingkaran untuk data tersebut.
b. Berapa persen mahasiswa yang berada pada tingkat II ?
c. Berapa persen siswa yang berada pada tingkat III?
Jawab :
a. Jumlah seluruh siswa adalah 330 orang. Seluruh siswa diklasifikasikan menjadi 3
katagori: tingkat I = 150 orang, tingkat II = 98 orang, dan tingkat III = 82 orang.
• Tingkat I = (150/330) x 100% = 45,46%
Besar sudut sektor lingkaran = 45,46% × 360° = 163,66°
• Tingkat II = (98/330) x 100% = 29,7%
Besar sudut sektor lingkaran = 29,7% × 360° = 106,9°
• Tingkat III= (82/330) x 100% = 24,85%
Besar sudut sektor lingkaran = 24,85% × 360° = 89,45°
Diagram lingkaran ditunjukkan pada Gambar 7.3.
b. Persentase mahasiswa yang berada pada tingkat II adalah 29,7 %.
c. Persentase mahasiswa yang berada pada tingkat III adalah 24,85%.